//
sersan lagi baca...
Refleksi Individual

SEA Games, Indonesia Dikhawatirkan Raih Medali Emas Cabang Makian

oleh: Intan Muspita Sari

Apa yang Anda rasakan ketika membaca judul di atas? Penasaran? Bingung? Atau kah marah? Mungkin ada beragam ekspresi lain yang muncul ketika membaca judul di atas. Tapi sebelum terjadi silang pendapat tak berarti, mari dinginkan kepala sejenak. Dari judul mungkin pembaca bisa menerka apa yang akan tertulis selanjutnya. Sebenarnya judul ini telah penulis pikirkan seharian, sayang tak menemukan rangkaian kata yang lebih cocok untuk menggambarkan apa yang tengah terjadi saat ini.

Indonesia Vs Malaysia?

Semalam telah berlangsung pertandingan Indonesia VS Malaysia; Sea Games 2011 cabang sepak bola di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (17/11) malam. Dengan hasil Garuda Muda dikalahkan tim Malaysia dengan skor 0-1. Iseng, tepat ketika peluit tanda pertandingan berakhir di tiup kan, penulis langsung membuka salah satu jejaring sosial ternama. Langsung tertuju pada bagian pencarian, saya ketikkan Indonesia dan mengklik tombol search. Benar saja, sesuai dugaan saya puluhan pendapat bermunculan hanya dalam hitungan detik. Satu persatu saya baca setiap postingan yang muncul. Apa hasilnya? Sebagian besar melontarkan cacian dalam berbagai versi dan bahasa daerah. Kalaupun memberi semangat tetap dibumbui penyedap rasa makian. Yang lebih menyedihkan lagi, bahkan atlet yang berjuang habis-habisan pada pertandingan tersebut menjadi kambing hitam yang dihujat dianggap tak mampu dan tak layak ikut bertanding. Beginikah sikap sportif kita selaku warga negara penyelenggara SEA Games? Berlindung di balik perisai “cinta tanah air”, pihak-pihak yang berusaha menjadi penengah (termasuk netral) pun di cap tak memiliki nasionalisme (silahkan baca Nasionalisme, Ada dan Tiada untuk pengertian lebih lanjut).

Persatuan Semakin Memudar

Kapan Garuda akan memperoleh kemenangan sejati, jika selalui diracuni dengan makian dan tuduhan penuh intrik. SEA games yang seharusnya bisa dijadikan media pemerkuat persatuan antar bangsa, justru menjadi boomerang yang mencerai beraikan sekitarnya.

Jangan kan mempererat hubungan antar bangsa, hubungan antar sebangsa sendiri saja masih dipertanyakan. Masih patut kah kita mengangkat spanduk bangsa yang berbudi luhur nan arif bijaksana? Sebagai bukti, tim Malaysia yang sukses membobol gawang Indonesia harus dipulangkan menggunakan kendaraan Baracuda untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Alasannya? Ribuan suporter Merah Putih telah siap menanti di depan Pintu Merah, Pintu Keluar dan Masuk Stadion Utama Gelora Bung Karno dengan meneriakkan yel-yel dan juga nyanyian-nyanyian yang ditujukan kepada tim Harimau Malaya Muda, mengenai liriknya tentu tak pantas jika saya tuliskan di sini.

Tak puas mengejek bangsa lain, bangsa sendiri pun menjadi sasaran empuk. Saling menghujat setanah air, berusaha menjadi pihak yang benar tanpa memperhatikan aspek dasar penilaian dan pendapat yang beralasan. Kasus yang paling sering terjadi: perang argumen mengenai kemenangan atau pun kekalahan Indonesia, baik mengenai alasannya, pendapat individu, ataupun hanya sekedar lelucon yang kemudian menjadi perang tak berkesudahan. Saya sendiri melihatnya sebagai suatu hal kecil yang dibesar-besarkan atas dasar egoisme dan gengsi semata. Kemenangan sudah menjadi harga mati di negeri ini, tanpa kemenangan jutaan mata akan melirik tajam pada pihak yang kalah. Jika menang, si atlet akan di elu-elu kan namanya bak dewa, jika kalah “habislah sudah”. Namun satu hal yang selalu terjadi, mau menang atau pun kalah selalu dibumbui makian, ketika menang bangsa lain yang jadi sasaran, ketika kalah ya bangsa sendiri yang dimakan.

Hanya sedangkal ini kah “sila ketiga: persatuan Indonesia” yang tertanam pada bangsa ini? Mari kita renungkan sejenak judul yang tertera di atas. Apakah ini yang kita inginkah? Tentu TIDAK. Medali emas atas kemenangan sejati, bukankah itu yang kita ingin raih? Boleh saja mengkritik, toh ini negara demokrasi yang memperbolehkan siapa saja mengeluarkan pendapatnya, tapi ingat kritik tidak sama dengan makian. Kritik yang membangun itu lah yang dibutuhkan, memberi semangat pada Garuda agar dapat bangkit dan membumbung tinggi di angkasa. Ingatlah nila setitik rusak susu sebelangga. Memang hanya sebagian dari kita yang berperilaku tak pantas, namun bukankah ini yang mencoreng nama bangsa ini? Adalah tanggung jawab kita bersama untuk menjaga keutuhan persatuan bangsa ini. Dengan saling mengingatkan tentu sportifitas yang didambakan dapat tercapai. Semangat dari SEA Games pun dapat terealisasi “mengeratkan kerjasama, pemahaman dan hubungan antar negara di kawasan ASEAN”. Bukankah kita juga yang bangga jika berhasil menjadi tuan rumah yang beratmosfir sehat?

Ini hanya lah refleksi saya-penulis sebagai salah satu “pengamat amatiran” di negeri ini, tak bermaksud “sok tahu” ataupun bertindak atas landasan “saya lah yang benar”, apalagi merusak citra bangsa ini. Penulis hanya lah satu di antara banyak anak bangsa yang ingin sila persatuan dimunculkan kembali ke permukaan. Kalaupun muncul pendapat yang berbeda, ingatlah kembali tanpa adanya perbedaan tak akan ada “bhinneka tunggal ika”.

Terbang lah yang tinggi Garuda ku. Terbang gapai asa mu. Ku di sini setia mendukung mu.

MERDEKA!!!

Picture by google

Referensi:

Aditya Batara Gunawan. PPT CITIZENSHIP Session III Pancasila as the Philosophical and Ethical System.

id.wikipedia.org/wiki/Pesta_Olahraga_Negara-Negara_Asia_Tenggara

indonews.org/hindari-suporter-indonesia-malaysia-numpang-baracuda/

jadwalsepakbola.com/jadwal-hasil-sepak-bola-sea-games-2011-siaran-langsung-di-tv-rcti-mnctv-global-tv/

tribunnews.com

www.imzers.org/article/read/31997/fenomena-suporter-bayaran-di-arena-sea-games

About warganegarayangbaik

Saya Jend. H.E.R.I, sebuah blog yang dirintis oleh 4 manusia yang ngaku kreatif dan gahoooeeel abiezzz, 4 makhluk yang tengah coba mendalami untuk menjadi warga negara yang baik. Di sini saya akan memberikan berbagai info menarik seputar pencarian jati diri saya dan tentu saja pandangan saya akan berbagai fenomena yang tengah terjadi di bangsa ini. Saya berharap dengan adanya saya, dapat membuat sersan sekalian lebih termotivasi untuk turut serta meramaikan dunia blog citizenship Indonesia. Ingin tahu lebih lanjut tentang para perintis? Silahkan klik link berikut...

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: