//
sersan lagi baca...
Refleksi Individual

Indonesia, Emas yang Seharga Kuningan

Oleh: Hudzaifa Septi Intani

Kekayaan laut IndonesiaBukan lautan hanya kolam susu. Kail dan jala cukup menghidupimu. Tiada badai tiada topan kau temui. Ikan dan udang menghampiri dirimu. Lirik lagu dari band legendaris, Koes Ploes di atas benar-benar menggambarkan kekayaan alam Nusantara kita. Indonesia adalah negeri yang kaya akan sumber daya alam. Pernyataan ini melekat dalam ingatan sejak mengecap pendidikan di Sekolah Dasar. Bahwa Indonesia adalah negara kepulauan, dengan puluhan ribu pulau besar maupun kecil yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Bahwa Indonesia adalah negara maritim, dengan daerah perairannya yang luas. Bahwa Indonesia adalah negara agraris dengan area perkebunan dan persawahannya yang luas, dan sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani.

Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman. Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman.

Terbuka mata ini tatkala membaca rangkaian kalimat dalam artikel online[1]. Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia, itulah yang dikatakan seorang pengusaha asal Singapura kepada mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di negara Kanguru. Everything can be found in Indonesia, you don’t need the world, lanjutnya. Mudah saja, Indonesia adalah paru-paru dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia.

Bapak itu kemudian menceritakan pengalaman-pengalaman beliau. Singapura is nothing, we cannot be rich without Indonesia. Lima ratus ribu orang Indonesia berlibur ke Singapura setiap bulannya. Apartemen-apartemen terbaru di Singapura yang membeli adalah orang-orang Indonesia, tidak perduli betapapun harganya selangit. Lihatlah rumah sakit di sana, kebanyakan yang berobat adalah orang Indonesia. Tahukah bagaimana kalapnya pemerintah Singapura ketika asap hutan Indonesia mencemari udara di Singapura? Benar-benar panik. Sangat terasa, we are nothing, tegasnya.

Lihatlah negara Indonesia, air bersih dimana-mana. Lihatlah Singapura, air bersih pun dibeli dari Malaysia. Di Kalimantan, pasirnya mengandung permata. Penambang menjualnya dengan harga tiga ribu rupiah per kilogram kepada pabrik Cina, dan kemudian dijual kembali oleh pabrik Cina seharga tiga puluh ribu per kilogram. Tidak sadarkah Indonesia bahwa negara-negara lain selalu takut untuk meng-embargo Indonesia karena negara ini memiliki segalanya. Mereka takut kalau meng-embargo Indonesia, negara ini akan menjadi mandiri karena Indonesia telah memiliki segalanya, tandasnya.

Rakyat Indonesia tak menikmati

Rakyat Indonesia tak merasakan hasil FreeportDengan sumber daya alam melimpah seperti itu, akal sehat pun berkata bahwa sudah seharusnya rakyat Indonesia sejahtera kehidupannya, bangga akan negerinya, cinta akan produksi Indonesia. Namun realita berkata tidak. Jutaan rakyat Indonesia tergolong sebagai masyarakat miskin, itu pun kebanyakan adalah mereka yang berdomisili di daerah yang terkenal akan sumber daya alamnya melimpah, seperti Papua, dan pedalaman Kalimantan. Hal ini terjadi karena sumber daya alam yang melimpah tidaklah dinikmati oleh rakyat Indonesia, namun dieksploitasi oleh negara lain[2].

Selain pasir Kalimantan mengandung permata, seperti yang dikatakan oleh pengusaha asal Singapura di atas, contoh lain yang paling nyata terlihat adalah Freeport. Perusahaan asing yang “bekerja sama” dengan Indonesia yang bergerak dalam pertambangan bijih tembaga dan emas di papua ini adalah pertambangan emas terbesar di dunia, namun termurah dalam biaya operasionalnya. Pertambangan ini telah menghasilkan 7,3 juta-ons tembaga dan 724,7 juta-ons emas. Prosentase pembagian hasilnya membuat semua orang mengernyitkan dahi, 1% untuk pemerintah Indonesia, dan 99% untuk pihak asing sebagai negara yang memiliki teknologi. Petambangan yang mengeruk sumber daya Pulau Cenderawasih ini membawa emas cair mentah yang belum diolah ke Amerika. Karena harga emas cair lebih murah dibandingkan emas yang sudah diproses menjadi emas batang. Barulah setelah sampai sana, emas mentah tersebut dijadikan emas batangan yang bernilai jual tinggi.

Bahkan, seperti yang dilansir dari detikForum, ketika emas dan tembaga di sana mulai menipis, ternyata di bawah lapisan emas dan tembaga tepatnya di kedalaman 400 meter ditemukan kandungan mineral yang harganya 100 kali lebih mahal daripada emas, itulah URANIUM. Kabar terakhir yang beredar menurut para ahli kandungan uranium di sana cukup untuk membuat pembangkit listrik tenaga nuklir dengan tenaga yang dapat menerangi seluruh bumi.

Indonesia Negara AgrarisAlangkah lucunya negeri ini. Disebut negara maritim, dengan dua per tiga kawasannya adalah perairan, namun mengimpor garam. Disebut negara agraris namun mengimpor hasil-hasil pertanian yang semestinya dapat terpenuhi dengan luasnya ladang pertanian di negeri ini. Ya, beberapa tahun terakhir Indonesia mengimpor gula, kedelai, jagung, kacang tanah, bahkan beras. Begitupun dengan kekayaan minyak dan gas. Sebanyak 85% kekayaan minyak dan gas, seperti Blok Tangguh dan Blok Cepu dikuasai oleh asing. Bahkan sekarang perebutan Blok Natuna antara pemerintah dengan Exxon Mobile menambah daftar panjang kekayaan sumber daya alam Indonesia yang dieksploitasi oleh asing.

Nasional.is.me

Apa yang di dapat rakyat Indonesia dari bentuk kerjasama pengelolaan sumber daya alam Indonesia dengan pihak asing ini? Nyaris tidak ada. Memang ribuan pekerja pabrik-pabrik asing tersebut adalah orang Indonesia, tapi kebanyakan adalah pekerja bawahan, yang gajinya tidak seberapa. Tenaga ahli? Tentu saja dari luar Indonesia. Lebih mencengangkan lagi ketika di balik prosentase pembagian hasil yang tidak masuk akal pun tersisipkan kasus korupsi segelintir pejabat, para jenderal, dan politisi nakal yang hidup bergelimang harta dengan memiskinkan rakyatnya.

Aku Cinta IndonesiaHal ini terjadi karena pemerintah –lebih spesifik lagi, para pejabat dan politisi nakal- menjual murah sumber daya alam Indonesia, ibarat menjual emas seharga kuningan. Penyebabnya adalah rendahnya Nasionalisme. Disambutlah tawaran asing untuk bekerjasama dengan kontrak yang lebih merugikan Indonesia, dengan pemikiran bahwa pemerintahan tidak akan mampu mengelolanya sendiri. Nah, bila pemerintah merasa tidak sanggup mengelolanya, mengapa tidak diserahkan kepada pengusaha-pengusaha dalam negeri? Dengan memperkerjakan tenaga ahli dalam negeri? Mengingat semakin banyak lulusan sarjana yang kesulitan mencari pekerjaan, padahal mereka tidak kalah hebat dengan tenaga ahli asing.

Kembali lagi ke kisah di atas, Bapak pengusaha asal Singapura itu memberi pesan kepada mahasiswa Indonesia yang ditemuinya. Harusnya Indonesia-lah yang meng-embargo dirinya sendiri. Belilah makanan dari petani-petani Indonesia. Belilah tekstil garmen dari pabrik-pabrik tekstil sendiri. Tidak perlu mengimpor barang yang sebenarnya bisa diproduksi sendiri. Jika negara ini bisa mandiri, Indonesia will rule the world!

Untuk menjadi negara yang mandiri, nasionalisme bangsa ini harus kuat. Nasionalisme adalah rasa kesetiaan mereka secara total yang diabdikan langsung kepada negara bangsa atas nama sebuah bangsa. Nasionalisme merupakan suatu sikap dalam bentuk rasa cinta tanah air dan kesiapan dalam membela negara[3]. Bangga menjadi bangsa Indonesia yang tidak rela kekayaan sumber daya alam dieksploitasi oleh negara lain. Bangga menjadi bangsa Indonesia yang mengoptimalkan hasil laut dan darat untuk memenuhi kebutuhan rakyat Indonesia, tanpa harus mengimpor dari luar negeri. Bangga menjadi bangsa Indonesia yang cinta akan produksi dalam negeri. Apabila jiwa nasionalisme sudah mengakar kuat di hati seluruh rakyat Indonesia, maka penghargaan akan negeri sendiri pun menjadi lebih tinggi. Dampak yang diyakini adalah pemerintahan yang jujur dan bersih dari korupsi, dan tercapailah kesejahteraan merata untuk seluruh warga Indonesia.


[3] Modul Bahan Ajar Citizenship. Pemahaman dan Pengamalan Pancasila. Yasni, Sedarnawati. 2009. CITIZENSHIP. Jakarta: Penerbit Media Aksara

About warganegarayangbaik

Saya Jend. H.E.R.I, sebuah blog yang dirintis oleh 4 manusia yang ngaku kreatif dan gahoooeeel abiezzz, 4 makhluk yang tengah coba mendalami untuk menjadi warga negara yang baik. Di sini saya akan memberikan berbagai info menarik seputar pencarian jati diri saya dan tentu saja pandangan saya akan berbagai fenomena yang tengah terjadi di bangsa ini. Saya berharap dengan adanya saya, dapat membuat sersan sekalian lebih termotivasi untuk turut serta meramaikan dunia blog citizenship Indonesia. Ingin tahu lebih lanjut tentang para perintis? Silahkan klik link berikut...

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: