//
sersan lagi baca...
Refleksi Individual

Perampasan Hak Pejalan Kaki

Oleh : Richa Vennia

Banyaknya jumlah penduduk di Jakarta membuat banyak dari mereka yang  menggunakan kendaraan untuk menjalani rutinitas sehari-hari seperti pergi kekantor, ke sekolah dan tak sedikit yang mencari nafkah dengan menjadi supir kendaraan umum yang membuat meningkatnya jumlah pemakaian kendaraan umum di Jakarta. Banyaknya jumlah kendaraan umum yang ada di Jakarta seperti mobil pribadi, sepeda motor, transjakarta, kendaraan umum seperti kopaja, metromini, angkot, bajaj dll membuat Jakarta tidak lepas dari kemacetan.

Image

Jakarta terkenal sebagai kota di Indonesia yang sangat macet, tiada hari tanpa macet. Ini yang membuat terotoar yang diperuntukan untuk pejalan kaki di rampas haknya oleh pengendar, mereka lebih mementingkan diri sendiri agar cepat sampai tujuan daripada memikirkan keselamatan pejalan kaki yang sedang melintas. Tak sedikit pejalan kaki yang mengeluhkan hal tersebut karena merasa tidak nyaman terhadap tingkah para pengguna kendaraan tersebut.

Image

Trotoar adalah jalur pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan jalan dan lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan untuk menjamin keamanan pejalan kaki yang bersangkutan. Para pejalan kaki berada pada posisi yang lemah jika mereka bercampur dengan kendaraan, maka mereka akan memperlambat arus lalu lintas. Oleh karena itu, salah satu tujuan utama dari manajemen lalu lintas adalah berusaha untuk memisahkan pejalan kaki dari arus kendaraan bermotor, tanpa menimbulkan gangguan-gangguan yang besar terhadap aksesibilitas dengan pembangunan trotoar. Perlu tidaknya trotoar dapat diidentifikasikan oleh volume para pejalan kaki yang berjalan dijalan, tingkat kecelakaan antara kendaraan dengan pejalan kaki dan pengaduan/permintaan masyarakat.

Oleh karena itu, hak pejalan kaki harus diperhatikan karena selain untuk kenyamanan pengguna trotoar juga menjaga keselamatan agar tidak terjadi kecelakaan yang dapat merugikan antara pejalan kaki dengan pengendara baik yang beroda dua ataupun yang beroda empat.

Sebaiknya, pemerintah mengerahkan polisi untuk mengawasi para pengguna kendaraan yang memakai trotoar, selain itu trotoar sebaiknya diberi pembatas seperti pagar pembatas agar kendaraan tidak bisa memakai jalur pejalan kaki atau trotoar.

http://id.wikipedia.org/wiki/Trotoar

About warganegarayangbaik

Saya Jend. H.E.R.I, sebuah blog yang dirintis oleh 4 manusia yang ngaku kreatif dan gahoooeeel abiezzz, 4 makhluk yang tengah coba mendalami untuk menjadi warga negara yang baik. Di sini saya akan memberikan berbagai info menarik seputar pencarian jati diri saya dan tentu saja pandangan saya akan berbagai fenomena yang tengah terjadi di bangsa ini. Saya berharap dengan adanya saya, dapat membuat sersan sekalian lebih termotivasi untuk turut serta meramaikan dunia blog citizenship Indonesia. Ingin tahu lebih lanjut tentang para perintis? Silahkan klik link berikut...

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: